4 Tips Aman Untuk Aktivitas di bawah Sinar Matahari

Aktivitas di luar ruangan bisa menyebabkan sengatan sinar matahari jika Anda tidak hati-hati. Pada akhirnya, ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit yang berbahaya. Namun, menghindari sinar matahari bukanlah solusi yang baik. Berikut beberapa tip yang bisa Anda jawab untuk menghindari risiko sengatan matahari saat Anda sibuk melakukan aktivitas.

Kiat aman untuk menghindari sengatan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan

Paparan sinar matahari secukupnya relatif aman, bahkan bermanfaat. Vitamin D yang dihasilkan tubuh Anda dari paparan sinar matahari diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Sinar matahari juga bisa membantu mengurangi risiko melanoma atau kanker kulit. Vitamin D dari sinar matahari bahkan bisa membantu menurunkan berat badan.

Namun, Anda telah terpapar sinar matahari untuk sementara waktu jika kulit Anda telah berubah warna menjadi sedikit kemerahan (jika kulit Anda berwarna coklat) atau pink pucat (jika Anda putih atau pucat).

Karena itu, untuk menghindari risiko sengatan matahari saat beraktivitas, ikuti panduan berikut ini:

1. Pakailah tabir surya atau topi

Berjemur itu berguna, tapi belum terlambat. Jika aktivitas atau pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk melakukan pemanasan di luar untuk waktu yang lama, gunakan tabir surya yang khusus untuk wajah dan tubuh.

Tabir surya bisa mencegah sengatan sinar matahari yang membakar kulit, sekaligus mencegah risiko kanker kulit. Pastikan tabir surya Anda memiliki SPF minimum 30 dan mengatakan “spektrum luas” yang dapat melindungi Anda dari radiasi UVA dan UVB. Idealnya, tabir surya harus dioleskan kembali setiap dua jam sekali atau sesering mungkin jika Anda berkeringat deras atau keluar dari air (misalnya saat berenang).

Agar lebih aman, Anda bisa melindungi wajah Anda terkena sinar matahari dengan topi dengan tepi yang lebar.

2. Bereduh pada waktu-waktu tertentu

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya perlu berjemur setidaknya selama 5 sampai 15 menit di lengan, tangan dan wajah, dua sampai tiga kali seminggu tanpa tabir surya. Waktu yang disarankan untuk berjemur di Indonesia adalah 10 a. M. A 2 hal. M.

Batas waktu tubuh terpapar sinar matahari, terutama antara 10 a. M. Dan maksimal sampai jam 4 sore. Di luar waktu ini, berlindung di bawah bayang-bayang, gunakan payung atau berhenti di tempat yang sejuk dan tertutup. Jika Anda akan menjadi hot-panasan untuk waktu yang lama, lindungi diri Anda dengan pakaian dan topi berlengan panjang.

3. Konsumsi vitamin tertentu

Pertimbangkan juga mengkonsumsi vitamin tertentu, salah satunya adalah astaxanthin untuk perlindungan tambahan terhadap sengatan matahari. Astaxanthin adalah antioksidan kuat (dan pigmen) yang dihasilkan oleh alga air untuk merespon sinar UV.

Biasanya, dibutuhkan asupan harian beberapa minggu sampai jaringan tubuh cukup diserap dan siap memberikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari.

Konsumsilah makanan yang kaya akan antioksidan
Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung antioksidan alami adalah strategi lain yang berguna untuk memberikan perlindungan terhadap risiko sengatan matahari. Sayuran dan buah segar memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk menjaga keseimbangan omega-6 dan omega-3 di kulit Anda, yang merupakan perlindungan pertama Anda terhadap sinar matahari.

Sayuran juga memberi banyak antioksidan bermanfaat bagi tubuh yang akan membantu melawan radikal bebas akibat sinar matahari, yang bisa menyebabkan penuaan dan kanker kulit.

Comments

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *